top of page
Search

Konduktometer - Conductivity Meter

Writer: Laboratorium LingkunganLaboratorium Lingkungan

Updated: Feb 1, 2021

Konduktometer - Conductivity Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan Daya Hantar Listrik (DHL) atau nilai konduktivitas listrik suatu larutan ataupun air dalam suatu perairan.


Alat Konduktometer - Alat Laboratorium Lingkungan Hidup

Pengertian dan Fungsi Konduktometer - Conductivity Meter

Konduktivitas (Conductivity) atau Daya Hantar Listrik (DHL) pada air atau suatu larutan, bukanlah faktor yang berdiri sendiri. Tetapi sebuah resultan atas jumlah ion serta konsentrasi padatan yang terlarut (Total Dissolved Solid/TDS) di dalam sebuah larutan/air. Konsentrasi ion di dalam larutan berbanding lurus dengan daya hantar listriknya. Artinya, semakin banyak ion mineral yang terlarut, maka akan semakin besar kemampuan larutan tersebut untuk menghantarkan listrik dan sebaliknya. Conductiity dalam hal ini bertolak belakang dengan Resistivity sebagai ketahanan air terhadap aliran listrik. Semakin berkurang resistivity, daya konduktivitas semakin bertambah.

Fungsi Konduktometer - Conductivity Meter adalah untuk mengukur kemampuan Daya Hantar Listrik (DHL) atau nilai konduktivitas listrik suatu larutan ataupun air dalam suatu perairan. Pengukuran konduktivitas (conductivity) menjadi penting untuk berbagai bidang yang terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, kebutuhan industri, serta kebutuhan air minum. Aplikasi penggunaan conductivty meter biasanya dalam bidang hydroponic, aquakultur, purifikasi air untuk memonitor kandungan nutrisi, garam (salinitas) pada air, serta digunakan untuk memonitor kualitas air boiler. .


Cara Penggunaan Konduktometer - Conductivity Meter

Secara garis besar, alat Konduktometer atas 2 komponen. Pertama adalah komponen unit (mesin) sebagai sarana kontrol dan pembacaan; Kedua adalah komponen conductivity probe (batang konduktivitas) sebagai sarana pengukuran. Prinsip kerjanya adalah dengan memanfaatkan detektor/sensor yang terdapat dalam conductivity probe. Detektor dimaksud terdiri dari dua bagian, yaitu anoda dan katoda, biasanya dibuat dari bahan inert (tak bereaksi) seperti grafit. Cara kerja dengan detektor sensor pada probe ini kurang lebih sama dengan alat ukur kualitas air lainnya, seperti DO Meter. Cara penggunan Konduktometer - Conductivity Meter adalah dengan mencelupkan conductivity probe ke dalam sampel larutan/air, tidak melebih batas yang ditentukan pada probe. Selanjutnya, probe secara otomatis akan mentrasfer hasil pengukuran ke unit alat untuk diolah dan ditampilkan pada display dengan nilai numerik. Nilai konduktivitas dinyatakan dalam satuan mhos/cm (MΩ/cm)atau Siemens/cm (µS/cm).


Model Konduktometer - Conductivity Meter

Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa capaian nilai konduktivitas larutan atau air dalam suatu perairan tidaklah berdiri sendiri, tetapi sangat dipengaruhi oleh faktor atau paramater lain. Parameter berpengaruh tersebut utamanya adalah TDS, Suhu, Resistivity, dan Salinitas. Karenanya, alat Konduktometer - Conductivity Meter yang dikembangkan saat ini juga dilengkapi kemampuan untuk pengukuran nilai parameter-parameter berpengaruh tersebut.

Sebagai rekomendasi, berikut kami informasikan 3 model Konduktometer - Conductivity Meter portable dari beberapa brand produk bersertifikasi internasional, yakni :

Jika membutuhkan informasi lebih detail silahkan Hubungi Kami.


 
 
 

Comments


bottom of page